Akibat Pemadaman Listrik Massal, PLN Rugi Rp 90 M?

Akibat Pemadaman Listrik Massal, PLN Rugi Rp 90 M?
Pemadaman Listrik Masal di beberapa wilayah yakni di Jabodetabek merupakan sedikit mendapatkan dapak kerugian untuk selaku pembisnis Lokal dalam menjalankan bisnisnya di karenakan dengan adanya pemadaman Listrik masal itu jadi kendala, bukan hanya pengusaha masyarakat sekitar atau kaum milenial juga merasakan akibat pemadaman listrik masal karena aktivitas jadi terganggu.

Listrik di wilayah Jabodetabek mengalami pemadaman pada Minggu (4/8/2019), sekitar pukul 11.50 WIB. Menurut keterangan resmi dari pihak PLN selaku topik utama yang merupakan sumber utama adanya listrik, pemadaman tersebut terjadi akibat kendala di Gas Turbin 1 sampai dengan 6 Suralaya mengalami trip, sementara Gas Turbin 7 saat ini dalam posisi mati (Off).

Selain itu, Pembangkit Listrik Tenaga Gas Turbin Cilegon juga mengalami dampak gangguan atau trip, sehingga mengakibatkan aliran listrik di wilayah Jabodetabek mengalami pemadaman di beberapa wilayah maka dengan ini PT PLN merasakan dampak kerugiannya dengan adanya kendala pemadaman listrik ini.

PT PLN (Persero) berpotensi mengalami kerugian lebih dari Rp 90 miliar. Angka itu merupakan perhitungan kasar akibat pemadaman massal yang terjadi pada Minggu (4/7/2019).

Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN, Djoko R Abumanan, menjelaskan, saat ini kebutuhan listrik pelanggan di wilayah Jabodetabek, Banten, dan Jawa Barat 22.000 Megawatt (MW). Angka itu merupakan jumlah rata-rata kebutuhan di hari libur atau Minggu.

Dalam kondisi normal, kebutuhan tersebut dapat disuplai sebesar 13.000 MW dari seluruh pembangkit di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten. Dari jumlah itu, terdapat selisih 9.000 MW yang merupakan potential lost per jam.

"Berarti hilang 9.000 MW. Hilang katakanlah 10 jam. Dikalikan Rp1.000 (KwH). Kan rata-rata [tarif listrik] Rp1.000 per kWh. Tapi itu kan hilangnya Megawatt," bebernya.

Daya 9.000 MW dikalikan 10 jam berarti menjadi 90.000 MW. Dengan asumsi demikian, daya tersebut kemudian bisa dikalikan tarif per MW yang rata-rata Rp 1 juta.

"Ya Rp 90 miliar minimal lost, rugi. Belum didendain tadi kalau ada kompensasi," imbuhnya.

Kompensasi yang dimaksud adalah yang akan diberikan kepada pelanggan. Terkait hal ini PLN akan mengukur Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) untuk menyimpulkan ganti rugi akan diberikan atau tidak.

Pak Djoko menegaskan, ketentuan kompensasi diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 27 Tahun 2017. Ganti rugi yang diberikan bisa berupa kompensasi pengurangan tagihan listrik kepada konsumen.

"Aturannya apabila PLN melebihi daripada sekian itu, maka kalau dia pelanggan non subsidi ada 35% biaya beban dikembalikan formulanya. Kalau dia subsidi lebih rendah lagi," pungkasnya.

Belum ada Komentar untuk "Akibat Pemadaman Listrik Massal, PLN Rugi Rp 90 M?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel